Tidak Ada Jaringan Internet, Anak Sekolah di Matim Jalan Kaki 3 KM untuk Ikuti Ujian

0

RM88,00FM, Kota Komba: 46 orang siswa kelas IX SMP Negeri Satu Atap (Satap) Munde, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai timur harus rela berjalan kaki sejauh 3 Kilo Meter untuk mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD) untuk tahun ajaran 2021/2022. Hal ini dilakukan karena di sekolah ini sama sekali tidak ada jaringan internet. Pihak Sekolah, mau tidak mau melangsungkan ujian disebuah bukit yang bernama Sikuara yang memiliki jaringan internet lumayan baik. USBD atau Ujian Online dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa Darurat Penyebaran COVID-19.

Kepala Sekolah Robertus Jani mengaku kebingungan dengan kondisi jaringan internet di tempat dia mengabdi. Sebelumnya, saat melakukan Try Out dan bahkan USBD hari pertama, pelaksanaan ujian berlangsung lancar. Namun pada hari kedua tepatnya 13 April 2021 jaringan internet hilang begitu saja. Robertus bersama staf pengajar lainnya memutuskan untuk melaksanakan ujian di luar lingkungan sekolah yang memiliki jaringan internet lebih baik.

Saat USBD di bukit, keberuntunganmasih berpihak kepada para siswa karena cuaca cukup bersahabat. Tidak ada hujan maupun angin kencang. Namun, tidak berarti tanpa tantangan. Selain kelelahan karena berjalan kaki cukup jauh, para siswa juga menjumpai kendala lain, seperti tidak adanya pasokan arus listrik untuk isi daya batrey ponsel, tempat duduk tidak nyaman, hingga digigit semut.

Soal ponsel, sejumlah siswa bahkan sangat stress ketika ponselnya mendadak mati karena kehabisan batrei. Dalam kondisi seperti ini, para guru sigap memberikaan bantuan. Meminjamkan ponsel pribadi kepada siswa agar dapat segera melanjutkan ujian. Meskipun begitu, para siswa tetap kecewa karena harus mengerjakan ulang soal-soal ujian dari awal.

“Saya sempat stres pak, tadi itu HP saya mati karena lowbat padahal saya sudah mengerjakan soal nomor 30, itu mau selesai tiba-tiba HP mati. Lalu ada guru yang bantu, dia pinjamkan HP-nya ke saya, saya nyaris putus asa karena harus login lagi dan kerja soal dari awal lagi,” tutur Tian, salah satu peserta ujian.

Menghadapi sejumlah kendala, Kepala Sekolah Robertus mengaku tetap lancar menjalankan USBD dari tanggal 12 hingga 15 April 2021. Ia mengaku, para siswanya tetap mendapatkan hasil yang memuaskan. Kepada pemerintah Ia berharap agar persoalan seperti ini tidak terjadi berulang-ulang.

Keterbatasan jaringan internet tidak hanya dialami oleh SMP Negeri Satap Munde, tetapi juga di beberapa sekolah lain di kecamatan Kota Komba Yakni di SMP Negeri 09 Nanga Rawa, SMPN 04 Kota Komba, SMPN Satap Mesi, SMPN 02 Kota Komba Mok, SMPN Satap Bongarita dan Rosa Mistika yang berpindah ujian ke pinggir pantai Mbohlata.

Camat Kota Komba Regina Malon yang selalu setia memantau proses USBD darurat ini mengaku sangat prihatin.

“Sekolah-sekolah itu memang memprihatinkan, ada yang melaksanakan ujian di atas bukit, di bawah tenda darurat, di pinggir pantai. Saya akui semangat guru dan peserta ujian luar biasa sehingga masih melaksanakan ujian meski minim signal internet,” katanya saat memantau pelaksanaan ujian SMPN Satap Munde di perkebunan bukit Sikuara.

Ia pun segera melaporkan kegiatan USBD darurat ini kepada pemerintah kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pendidikan. Ia berharap hal serupa tidak terjadi lagi di masa-masa mendatang.

Reporter & Editor: Ino Jemadu

Share.

About Author

Leave A Reply