Bupati Nabit Arahkan GTPP Covid-19 Perhatikan Pasien Karantina Mandiri Secara Maksimal

0

RM88,00FM, Ruteng: Bupati Manggarai Herybertus Geradus Ladju Nabit arahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Manggarai agar memperhatikan pasien Covid-19 karantina mandiri secara maksimal. GTPpc-19 diminta untuk memberikan pendampingan dokter, obat-obatan, dan makanan bergizi.

“Di rumah, dokter secara periodik (berkunjung, red), harus juga ada bantuan obat-obatan dan makanan,” kata Bupati Nabit dalam sambutan pada acara serah-terima jabatan dari Pelaksana Harian (Plh) bupati kepada dirinya sebagai bupati Manggarai periode 2021-2026.

Selain itu, mantan direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLF) akan fokus kawal proses vaksinanasi dan penanganan tempat karantina pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Golodukal. Untuk itu, dirinya akan segera melakukan rapat awal dengan bidang terkait.

“Oleh karena itu pada kesempatan pertama besok saya minta adakan pertemuan untuk penanganan Covid-19 tingkat Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk mengetahui kebutuhan kebutuhan kita. Kemudian kita sepakati kebijakan-kebijakan yang akan kita lakukan ke depan berkaitan dengan vaksinasi, penanganan karantina di stadion juga terutama perhatian untuk masyarakat yang melakukan karantina mandiri,” kata Nabit.

Untuk mendukung fokusnya dalam penanganan Covid-19, bupati yang dipilih lebih dari 60% pemilih di Manggarai ini meminta agar (pemerintah) tidak terpaku pada 8% Dana Alokasi Umum (DAU) sesuai arahan pusat.

“Arahan dari pusat memang dananya 8% dari Dana Alokasi Umum (DAU), tetapi kalau kebutuhan kita memang mengharuskan kita merasionalisasi lebih dari 8%, kenapa tidak? Ini untuk kebaikan bersama. Ini untuk menyelamatkan hidup banyak orang. Jadi jangan terpaku dengan 8%, tetapi tergantung kepada kebutuhan penanganan.

Karena itu pada teman-teman di bidang atau apapun namanya divisi dalam Gugus Tugas, mudah-mudahan hari ini, sore nanti kita bisa bertemu secara tertutup dulu untuk mengetahui pikiran teman-teman dan arahan saya mengenai langkah-langkah penanganan, sehingga besok (saat) pertemuan kita sudah mendapat (estimasi) anggaran yang diperlukan,” tegas Nabit.

Pada kesempatan ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Hasil Bumi Manggarai ini juga menyentil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi dr. Maria Imaculata Jelulut terkait pelayanan di Rumah Sakit.

“Di rumah sakit ya, banyak dikeluhkan. Ini bukan menyalahkan siapapun, tetapi untuk kemudian kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan ke depannya. Menjadi sebuah organisasi pemerintahan yang responsif menyelesaikan masalah tanpa masalah,” tegasnya.

Reporter & editor: Ino Jemadu

Share.

About Author

Leave A Reply