Jurnalis Manggarai Sambangi Dua Panti Asuhan di Kota Ruteng

0

RM88,00FM, Ruteng:- Masih dalam semangat perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021, Forum Jurnalis Manggarai (FJM) melaksanakan kegiatan bakti sosial.

Pada Selasa (09/02/2021) lalu, FJM berbagi kasih dengan mantan jurnalis yang mengalami sakit. Selanjutnya pada Sabtu (13/02/2021), jurnalis dengan menggandeng Kodim 1612/Manggarai, mengunjungi dua panti asuhan di kota Ruteng, yakni Panti Asuhan Kasih dan Panti Asuhan Pelayanan Kasih.

“Dua panti asuhan ini kurang dikenal oleh publik sehingga jarang mendapat bantuan masyarakat, bahkan pemerintah. Kami datang ke sini, selain untuk menyapa anak-anak asuh, juga untuk memperkenalkan kedua panti ini ke publik agar ke depan bisa mendapat perhatian juga,” ujar Ino Jemadu, koordinator kegiatan tersebut.

Dandim 1612/Manggarai Letkol Kav Ivan Alfa melalui Kasdim Mayor CHB I Wayan Subrata mengapresiasi peran pers di daerah itu. Ia berharap agar insan pers dan Kodim senantiasa bersinergi dalam membangun bangsa, terutama di daerah Manggarai.

“Kami dari Kodim 1612/Manggarai mendukung kegiatan ini. Semoga ke depan semakin banyak kegiatan-kegiatan yang lain, kami selalu siap mendukung,” ujar Wayan.

Ia juga mengajak insan pers untuk bahu membahu menghadapi pandemi Covid-19. Media diharapkan terus mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan kepada masyarakat melalui karya jurnalistik masing-masing.

FJM bersama Kodim menyerahkan sejumlah paket sembako dan masker untuk kedua panti asuhan tersebut.

Di panti asuhan Pelayanan Kasih, FJM diterima oleh perwakilan anak asuh, Savio Sasar. Panti asuhan yang beralamat di Jalan Delima Selatan, Bilas, Kelurahan Pau itu menampung 30 anak asuh.

“Terima kasih atas sumbangannya. Sumbangan ini sangat membantu untuk kami,” ujar mahasiswa semester VI STIPAS Santu Sirilus Ruteng itu.

Selanjutnya di panti asuhan Kasih – Hati Nurani yang beralamat di Jalan Glodial 28, Lempe, Kelurahan Pau, Langke Rembong, mereka diterima oleh staf panti Astye Truly Makagansa.

Astye menuturkan anak asuh di panti tersebut berjumlah 52 orang. Dari 52 anak asuh tersebut, ada yang sudah kuliah dan beberapa di antaranya sudah bekerja. Mereka yang bekerja, turut membantu membiayai adik-adiknya.

Pihak panti kerap mengalami kesulitan karena sebagian besar anak asuh masih kecil dan masih sekolah. Mereka berharap adanya bantuan untuk menghidupi anak-anak asuh di panti tersebut.

Selain itu, mereka juga mengeluhkan kondisi bangunan panti yang sudah mulai rusak. Seperti tembok penahan belakang panti yang sudah ambruk terkikis air kali dan atap kamar yang sudah bocor.

“Semoga ke depan ada yang menyumbangkan dana karena kami mau merehab panti ini. Kami mau bangun kembali tembok penahan dan mau rehab atap kamar anak-anak,” ujarnya.

Tim Redaksi

Share.

About Author

Leave A Reply