Sebar Hoax & Cemarkan Nama Baik, Belasius Beben dan Sejumlah Akun Facebook Dipolisikan

0

RM88,00FM, Ruteng: Diduga mencemarkan nama baik dan menyebarkan hoax (berita bohong), salah satu aku Facebook atas nama “Belasius Beben Tobat” diadukan ke Polres Manggarai.

Pengaduan itu dilakukan oleh Yohanes Mariano Kenaru atau biasa disapa Jo Kenaru salah satu wartawan TV One wilayah Manggarai, pada hari Jumat 5 Februari 2020 siang.

Saat melaporkan kejadian tersebut, Jo Kenaru di dampingi oleh 2 orang kuasa hukum Yeremias Odin S.H dan Vinsensius Gelinus S.H serta sejumlah rekan medianya.

Kepada wartawan, Yeremias Odin S.H mengatakan, dia membuat pengaduan terhadap Akun Palsu Belasius Beben Tobat dan 7 akun lainnya, dimana korbannya adalah Jo Kenaru sebagai pengadu.

“Saat ini kita sedang membuat pengaduan terhadap 8 akun palsu yang boleh kita sebutkan di sini sebagai teradu, dimana korbannya di sini adalah Pak Jo. Dalam postingan itu arahnya betul-betul menyerang secara pribadi, baik itu dari segi kehormatan juga banyak sekali berita-berita hoax dia sebarkan yang sangat merugikan Pak Jo. Itulah sebabnya, maka hari ini kita sama-sama untuk membuat pengaduan.” ungkap Yeremias.

Lebih lanjut, Yeremias meminta kepada Kapolres Manggarai supaya masalah ini segera ditindaklanjuti.

“Saya minta Kapolres, supaya masalah ini segera ditindaklanjuti dan berharap semoga dengan membuat pengaduan ini bapak Kapolres bisa membuka semua akun Facebook yang ada, khususnya di Kabupaten Manggarai ini. Sebab menurutnya, terasa banyak sekali akun yang meresahkan masyarakat”, tuturnya.

Dari dugaan pencemaran nama baik dan berita bohong yang dilakukan oleh 8 akun Facebook tersebut, bahwa perbuatan Teradu yang secara sengaja dan tanpa hak mendistribusikan kalimat yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik Pengadu dan menyebarkan berita bohong (hoax), agar dapat diakses, dilihat dan/atau dibaca banyak orang dapat dikualifisir sebagai perbuatan melanggar ketentuan :

Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 KUHP ; dan
Pasal 28 ayat (1) UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik jo pasal 45 ayat (1) UU nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 KUHP; dan
Pasal 14 Undang-Undang No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP; dan 4) Pasal 15 Undang-undang No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP.

Pada tempat yang sama, Yohanes Mariono Kenaru atau biasa disapa Jo Kenaru, mengatakan bahwa dirinya sedang mencari keadilan hukum untuk memulihkan kehormatan dan nama baiknya yang sudah tercemar.

“Seperti yang dijelaskan oleh pengacara saya tadi, bahwa saya sedang mencari keadilan hukum. Saya sedang ingin memulihkan kehormatan dan nama baik saya yang sudah dicemarkan di media sosial secara terbuka oleh akun bernama “Belasius Beben Tobat” dengan beragam komentator yang menampilkan postingan atau yang memfollow postingan itu.

Dan bagi saya, ini sudah mencemarkan, merugikan harkat dan martabat saya sebagai pekerja media dan bukan hanya saya pribadi tetapi keluarga saya juga ikut terpukul. Kemudian keberadaan pers di Manggarai di mata para pemilik akun palsu ini juga patut diwaspadai. Saya menduga, ada upaya mengamputasi kebebasan pers yang ada di Manggarai.” Tutur Jo Kenaru.

Lebih lanjut, Jo Kenaru meminta kepada Polres Manggarai agar mengusut tuntas kasus ini. Menurutnya, siapapun dia, akun yang bernama Belasius Beben itu ada orangnya (pemiliknya).

“Dia (akun Facebook Belasius Beben) itu ada orangnya, bahwa tidak mungkin (pemilik akun) Belasius Beben itu bisa mengalahkan kepolisian. Itu keyakinan saya. Keyakinan saya tidak mungkin institusi Polri itu bisa dikalahkan oleh permainannya Belasius Beben.

Sehingga, saya juga mewakili kelompok masyarakat lain yang sedang mencari keadilan yang pernah mengalami fitnah keji penghinaan melalui media sosial yang dilakukan oleh Belasius Beben dan para komentatornya. Jadi di sini tadi, ada 8 akun yang mengomentari postingan itu. Ada yang namanya aneh dan ada juga yang namanya jelas, jadi kita tidak ngomong mereka itu sebagai akun palsu tapi karena mereka itu orangnya ada. Dan saat ini, saya minta dengan hormat kepada jajaran Kepolisian Resort Manggarai untuk usut tuntas kasus ini,” Terang Jo.

Pengaduan Jo tersebut diserahkan kepada Unit Sium dan diterima oleh Bribda Fransiskus Xaverius Catra Kristianto, Anggota Sium.

Kasub Humas Polres Manggarai, I Made Budiarsa kepada media mengatakan bahwa setelah pengaduan didisposisi oleh Kapolres, barulah aduan tersebut ditindaklanjuti ke tahap pemeriksaan atau penyelidikan.

Sedangkan 7 akun Facebook lainya yang telah dilaporkan ke Polres Manggarai karena turut berkomentar dengan mengancam dan menghina pada postingan Belasius Beben Tobat tersebut yakni Akun Facebook atas nama Sipry Jemarus, Saung Daeng, Kristian Seda Naba,Yoseph Afra, Sevrin Brudock Cadas, Frans, dan akun facebook atas nama Putra Mahima.

Reporter & editor: Ino Jemadu

Share.

About Author

Leave A Reply