Genset Rusak, RSUD Ben Mboi Sering Gelap Gulita

0

RM88,00FM, Ruteng: Hari Kamis 4 Februari 2021 sekitar pukul 18.50 hingga 19.15 WITA,  listrik di RSUD Ben Mboi mati. Sekitar 25 menit lamanya. Seluruh ruangan mulai dari ruangan pasien, ruangan obat, ruangan staff, dan bahkan ruang Unit Gawat Darurat nampak gelap gulita. Masyarakat yang tinggal di sekitar rumah sakit mengaku seringkali menyaksikan situasi seperti ini di rumah sakit milik pemerintah kabupaten Manggarai tersebut.

Dihubungi melalui telepon selular, dr. Kresensia Nensy, MARS salah satu dokter umum yang merangkap Staf Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan serta anggota tim humas RSUD dr Ben Mboi membenarkan perihal mati listrik tersebut. Menurut dokter Kresensia, hal ini terjadi karena listrik PLN mati, sementara mesin Generator Set (Genset) milik Rumah Sakit sedang rusak.

“Kami kan masih pakai listrik PLN. Mati lampu dari PLN kan tanpa pemberitahuan. Mati saja begitu. Nah, kami punya genset tetapi lagi rusak. Jadi, kami meminjam genset dari PLN. Untuk pindah dari listrik PLN ke genset itu butuh waktu,” kata dokter Kresensia

Senada dengan dokter Kresensia, Kepala Bidang Humas RSUD Ben Mboi Laurensius Guntur mengaku listrik RS sering mati karena genset rusak.

“Kami (RSUD Ben Mboi) pake yang PLN punya genset karena genset yang 100 KVa rusak…Genset PLN prosesnya masih manual makanya butuh waktu untuk pindahkan dari PLN ke genset itu,” terang Laurensius melalui pesan WhatsApp ke Radio Manggarai 88,00 FM pada Kamis, 4 Februari 2021.

Menurut Laurensius, RSUD Ben Mboi telah menggunakan Genset PLN sejak Juli 2020. Diperkirakan, penanganan serupa oleh pihak RS telah dilakukan 8 bulan silam. Listrik sering mati 20 hingga 30 menit jika listrik PLN mati. Katanya, pengalihan listrik PLN ke genset biasanya hanya butuh 3-5 menit, namun karena kekurangan tenaga, RS masih menggunakan sistem “on call” yang berimplikasi pada lambannya penanganan.

“Sebenarnya proses pemindahan tidak lama…3- 5 menit..hanya petugas kami kurang jadi tidak stand by mereka masih pake sistem on call. Selain itu, Genset PLN prosesnya masih manual makanya butuh waktu untuk pindahkan dari PLN ke genset itu” terangnya.

Dalam keadaan mati listrik 20 hingga 30 menit, Radio Manggarai mempertanyakan model penanganan RSUD Ben Mboi jika terjadi keadaan darurat seperti misalnya sedang dalam tindakan operasi ataupun pasien jantung yang membutuhkan alat pompa jantung elektrik. Pihak RS melalui Laurensius menerangkan bahwa mereka telah menyiapkan solusinya.

“Kalau untuk pompa jantung alatnya sistemnya pake batery dan alatnya selalu di charge supaya tetap siap pakai. Kalau operasi dia berpengaruh dengan lampu operasi kami siapkan lampu emergency sambil petugas berproses menyalakan genset,” terang Laurensius.

Masih menurut Laurensius, RSUD Ben Mboi sebenarnya sudah memiliki 1 unit genset baru berkapasitas 500 KVa. Genset ini akan mengalihkan (switch) listrik PLN ke genset secara otomatis. Namun, genset ini masih memiliki sejumlah kendala.

“Kami sudah ada genset…500 KVa. Menurut teman teman IPSRS (Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana RS) sebelum pake genset baru harus ganti dulu kabel dari Gardu PLN Dan kabel ke instalasi RS. Kabel yang lama tidak kuat (hanya untuk genset berkapasitas 100 KVa, red).

Kami sedang berproses untuk ganti kabel tersebut. Kalau yang baru nanti sudah otomatis. Kalau listrik PLN mati genset otomatis menyala,” terang Laurensius.

Soal peralihan dari genset milik PLN ke genset baru milik RS, Laurensius belum bisa memastikan waktunya. Namun, menurutnya, pihak RS tetap berusaha secepatnya.

“Kami sekarang sedang koordinasi dengan PLN. Kami berusaha secepatnya karena RS harus gardu sendiri. Kami sdh melakukan presentase awal dengan PLN. Anggaran untuk itu sudah tersedia,” tutup Laurensius.

Reporter & editor: Ino Jemadu

Share.

About Author

Leave A Reply