Wisatawan ke Wae Rebo Dengan Helikopter, BOPLF: Tidak Tahu

0

RM88,00FM, Manggarai: Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores tidak tahu perihal kunjungan wisatawan ke Destinasi Wisata Kampung Adat Wae Rebo, Manggarai, NTT pada Senin, 28 Desember 2020 menggunakan sarana transportasi udara helikopter. Hal ini disampaikan Shana Fatina, direktur utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLF) melalui sambungan telepon pada Selasa, 29 Desember.

“Ga tau. Kami ga tau,” jawab Fatina.

Fatina mengaku, pihaknya tidak pernah memberikan izin penggunaan helikopter ke Wae Rebo untuk kunjungan wisata.

“Enggalah (Tidak pernah beri izin, red). Kami aja gak tau mereka siapa.

Itu kan buat evakuasi. Dan, semestinya ditanyakan kepada pihak Wae Rebonya. Saya juga nggak tahu,” terang Fatina terkait izin berkunjung dengan helikopter.

Untuk penjelasan lebih lanjut, Fatina mengarahkan Radio Manggarai untuk menghubungi Divisi Komunikasi Publik BOPLF Sisilia Jemana.

Dihubungi terpisah, Sisilia mengakui hal yang sama dengan Fatinah. BOPLF tidak tahu.

“Ngga ada. Kita nggak tahu. Kita juga baru tahu dari berita,” kata Sisilia menjawab Radio Manggarai melalui telepon.

Menurut Sisilia, BOPLF tidak pernah mengijinkan pendaratan helikopter di kampung adat Wae Rebo untuk tujuan berwisata.

“Pokoknya intinya gini. Helipad itu judulnya sebagai jalur evakuasi. Kita sudah bisa tau dong fungsinya apa. Saya belum bisa bilang apa-apa, karena saya sendiri juga tidak tahu siapakah yang ada di situ. Yang jelas, tujuan utama pembangunan helipad itu adalah untuk jalur evakuasi. Bukan untuk tujuan yang lain-lain,” jelas Sisilia.

Sisilia pun merasa aneh dengan pendaratan helikopter di Wae Rebo yang sudah tidak sesuai dengan tujuan awal.

“Makanya waktu itu kan sempat ada simulasi pendaratan. Setelah itu, kami kurang tau itu tamu datangnya darimana. Mereka menggunakan helikopter pribadi itu yah kami tidak tahu.

Nah, ketentuannya untuk berwisata yah kami juga tidak tau. Itu lumayan unik yah, karena selama ini kita juga kalau kesana kan trekking.

Itu izinya di mana juga kami tidak tahu. Karena, kalau pun kalau ada pendaratan di atas kan pasti lebih kepada keperluan-keperluan darurat begitukan. Itu bukan disiapkan untuk keperluan wisata. Itu disiapkan untuk keperluan darurat yang kira-kira membahayakan masyarakat setempat,” tambah Sisilia.

Reporter & editor: Ino Jemadu

Share.

About Author

Leave A Reply