Catatan Untuk Negeriku (Bagian I)

0

Oleh: Sebastian Salang

Sepuluh hari sudah kujalani proses karantina mandiri di rumah sebagai bentuk tanggungjawab pribadi dan tanggungjawab sosial agar terhindar dari efek penyebaran atau penularan Covid 19.

Begitulah Pemerintah berupaya agar wabah ini tidak menelan korban nyawa rakyat yang semakin banyak. Begitu pula cara yg dianggap paling efektif, berguru pada pengalaman negara” lain yg berhasil menekan laju penyebaran dan penularan virus mematikan ini.

Ada banyak konsekwensi dari keputusan pemerintah ini. Mulai dari yang paling sederhana, bosan dan tak betah berdiam diri di rumah, berhentinya pendapatan bagi pekerja informal sampai yg paling berat, matinya denyut nadi perekonomian nasional. Tidak mudah dan sungguh berat.

Catatan kritis, kritikan, sinisme, umpatan, cacian bahkan penolakan berhamburan ke ruang publik. Semuanya dialamatkan pada pemerintah. Tak jarang kebijakan ini dilawan, ditentang dengan beribu alasan. Mulai dari alasan yg logis dan bernalar hingga yang tidak masuk diakal sehat. Dari alasan ekonomi, sosial, budaya, hukum hingga politik. Alasan agama sampai yg berbau mistik.

Tetapi kebijakan dan keputusan Pemerintah harus tetap jalan. Dengan keyakinan bahwa keselamatan rakyat adalah pertimbangan yang terpenting. Tentu saja, sambil berjalan pemerintah mengurai berbagai persoalan yg dihadapi rakyat menurut tingkat keruwetan dan urgensinya.

Apakah upaya ini berhasil dan efektif? Semuanya kembali pada kita semua. Kembali kepada rakyat, semua komponen bangsa. Jika kita setia dan taat pada himbauan pemerintah, sesungguhnya kita telah memilih jalan kehidupan, bukan jalan kematian. Setidak tidaknya, selamat untuk diri kita sendiri dan itu berarti keselamatan bagi keluarga, komunitas, dan negeri ini.

Sebaliknya, jika kita melawan berarti dengan sadar kita memilih jalan kematian, tidak hanya diri kita tetapi kita sedang merayakan kematian kolektif. Pilihan kini kembali pada kita semua.

Share.

About Author

Leave A Reply