Pengakuan Afra Tentang Kekerasan Dari Majikan Freddy Burhan

0

Afra Burga Ambul, yang menjadi korban kekerasan oleh majikannya di Cengkareng, Jakarta Barat, mengungkapkan masalah yang menimpa dirinya. Ia melaporkan kasusnya kepada polisi pada Senin (21/10).

Menurut pengakuan korban, dia mendapat tindakan kekerasan sejak Juni 2011. Gadis asal kampung Gurung, Desa Sita, Manggarai Timur ini, mengaku tidak pernah menerima gaji selama bekerja 9 tahun.

Kuasa Hukum Afra, Hipatios Wirawan mengatakan bahwa Afra tidak mendapatkan hak upahnya.

“Selama 9 tahun bekerja di rumah Freddy Burhan, Saudari Afra kehilangan haknya untuk memperoleh upah hingga kasus kekerasan ini terjadi,” ujar Hipatios.

Hipatios menambahkan, berdasarkan keterangan saksi korban, tindakan kekerasan telah terjadi sejak 9 tahun yang lalu.

“Saudari Afra telah bekerja selama 9 tahun dan dia mengaku mendapat tindakan kekerasan dari majikannya. Namun, peristiwa itu tidak bisa dilaporkannya ke keluarga karena selama bekerja bersama majikannya dia tidak diperbolehkan menggunakan handphone,” jelas Wira, sapaan akrab Hipatios.

Hipatios menambahkan, kasus tersebut sebagai kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Saudari Afra Burga Ambul menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh Majikannya Freddy Burhan. Apa yang dilakukan oleh Freddy Burhan dapat dikategorikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga (“KDRT”),” kata Kuasa Hukum Afra, Hipatios Wirawan usai melaporkan ke Polsek Cengkareng, Senin (21/10/2019) malam.

Karena itu, kata dia, pelaku disangkakan melanggar UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU KDRT).

Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga (lihat Pasal 1 angka 1 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga –“UU KDRT”).

Selama bekerja, ia selalu dikekang dan tidak diizinkan keluar rumah atau menggunakan media komunikasi seperti handphone.

Kuasa hukum Afra pun telah melaporkan kasus kekerasan ini ke Polsek Cengkareng. Saat ini pelaku telah ditahan selama 20 hari ke depan.

Dilansir CBN, Pelaku sudah ditangkap dan ditahan di Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (21/10).

Reporter: Elfri Labut
Editor: Ino Jemadu

Share.

About Author

Leave A Reply